Jumat, 08 Juni 2012


MENYIMPAN BATUBARA
Oleh : Suyartono

Dalam penyimpanan, batubara menurun mutunya karena oksidasi suhu rendah, terutama akibat pelapukan dan penanganan (handling). Apabila kecepatan oksidasi tinggi dan penyimpanan buruk, dapatlah terjadi pembakaran dengan sendirinya.
Faktor yang mempengaruhi turunnya mutu batubara sebagai akibat oksidasi di antaranya ialah : tingkat mutunya, luas permukaannya dan harga kritik.
Kecepatan oksidasi batubara berbanding terbalik dengan tingkat mutunya. Yang berkandungan zat terbang, jadi bermutu rendah berkecepatan oksidasi tinggi; sebaliknya yang berkandungan zat terbang rendah, jadi bermutu tinggi berkecepatan oksidasi rendah. Sampai sekarang memang belum didapatkan hubungan kuantitatif yang pasti antara tingkat mutu batubara dengan kecepatan oksidasi. Hal ini disebabkan oleh berbagai pengukuran dan penafsiran data.
Batubara berbitumen dalam keadaan baku sudah pernah diteliti hubungannya antara keteroksidasiannya (dinyatakan dengan “k”, konstanta kecepatan reaksi) dengan persentasi karbonnya. Banyaknya karbon ditentukan dengan analisa umur.

Tabel Hubungan antara keteroksidasian batubara dengan persentasi karbon

Keteroksidasian (k x 103)
Karbon (%)
80
33
18
13
7
80
82
84
86
88
(Sumber : Berita PPTM No. 9 Th. 3, Desember 1979)

Hubungan antara keteroksidasian dan persentasi karbon pada batubara dengan tingkat mutu yang rendahdapat diperoleh dengan cara eksttrapolasi.
Kecepatan oksidasi bertambah dengan bertambahnya luas permukaan, atau dengan kata lain, dengan berkurangnya batubara batangan (lumps) atau  ukuran partikel. Orang juga belum menemukan hubungan yang pasti antara luas permukaan dengan kecepatan oksidasi. Ynag pernah diselidiki ialah hubungan antara menurunnya nilai kalor dan lamanya waktu pwnyimpanan. Menuurut Fuel Research Board untuk batubara dari Forest of Dean (Inggris) batubara berukuran anatara 5 - 7½ cm yang disimpan setahun, penurunan nilai  kalornya mencapai 0,11% dan angka itu naik lebih kecil lagi. Jadi yang luasnya makin besar angka penurunan itu juga membesar. Menurut penulis, partrikel batubara bergaris tengah 0,006 cm yang disimpan setahun menurun  nilai kalornya sebesar 1,8% dan 3,0% dalam dua tahun.
Oksidasi menimbulkan panas. Panas itu dapat berkurang karena adanya peranginan. Akibat panas yang timbul dengan pengurangan oleh perangin suhu masa, batubara pun naik. Apabila kenaikkan suhu tidak melebihi harga kritik, pembakaran dengan sendirinya tidak terjadi. Jika harga itu terlampaui, batubara terbakar dengan sendirinya. Harga kritik itu bervariasi dari sekitar 50o C untuk lignit, sampai sekitar 80o C untuk batubara bitumen.
Perubahan sifat fisika dan  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar